Ini kali pertama saya berbackpacker. Sangat seru dan menyenangkan, dari awal perencanaan sampai kepulangan. Cerita dimulai ketika suatu siang, seminggu sebelum libur natal, saya terlibat obrolan ym dengan teman saya. Tercetuslah rencana untuk mengisi libur natal dengan berbackpacker ke Jogja. Waktu yang jelas dan tujuan yang realistis, mengingat sebelum-sebelumnya kami pernah merencanakan untuk berbackpacker tapi terjadi banyak benturan ketika akan sampai pada tahap realisasi. Seminggu sebelum hari H, dari sekian banyak hotel yang kami hubungi telah penuh terreservasi. Tiket kereta Jakarta-Jogjapun sudah tidak bisa diharapkan. Dan akhirnya, kami memilih untuk sampai ke Jogja dengan menggunakan bis, bersama dengan satu orang teman lainnya yang akan mudik ke daerah sekitaran Jogja. Masalah penginapanpun dikesampingkan karena yang penting sampai Jogja dulu aja. Dan petualanganpun dimulai:
Jam setengah lima menjemput teman saya di Gambir (dia tinggal di Bogor). Dengan busway kami melanjutkan perjalanan ke terminal kampung rambutan (yang ternyata jauh banget). Busway antri, penuh, dan berdiri. Jam 6 saya mulai bersms dengan teman saya yang satunya (kebetulan rumah dia dekat dengan kampung rambutan). Jam setengah tujuh, teman saya mulai menelpon, dia bilang kalau bis-nya sudah mau berangkat. Saya yang tidak akrab dengan bis malam, hanya bingung dan bertanya bukankah bis berangkat jam tujuh?? Faktanya… ternyata sibusway tidak mempunyai jalur yang berseparator, cukup lama terjebak macet dan jalan merayap disebuah pasar.
Si supir bis bersedia menunggu, tapi penumpang seisi bis ‘ngamuk-ngamuk’. setidaknya itulah backsound yang terdengar ketika teman saya berkali-kali menanyakan saya sudah sampai mana. Jam 19.15. saya masih sempat memberi tahu teman saya dan dia menyuruh saya untuk lari dan cepat karena bis masih belum berangkat! Ooh.. tentu saja kami berlari-lari ga mau ketinggalan bis. Faktanya.. pas kami lari-lari dicegatlah ama calo-calo. Bukannya dibawa ke loket bis yang akan kami tumpangi, salah satu calo justru membawa kami ke loket bis lainnya. Banyak yang janggal dan ributlah kami dengan si calo-calo. Meninggalkan si calo-calo itu dan ketemulah loket bis yang seharusnya kami tuju. Menyampaikan bahwa kami tertinggal bis dan pihak bis hanya bilang tadi sudah menunggu cukup lama, tidak ada bis lain yang berangkat untuk malam tersebut, dan konfirmasi pengembalian uang tiket. Mampir ke bagian informasi dan bapak-bapak petugas disana dengan baiknya menyarankan kami untuk pulang dan berangkat keesokan harinya kerena emang udah ga ada bis langsung yang ke Jogja. Padahal awalnya mau nanya bis yang recommended untuk perjalanan Jogja malam itu juga (ceritanya masih pengen pergi dan ga rela kalau batal).
Dalam perjalanan pulang teman saya sibuk menghubungi agen2 bus yang lain. dapet 2 bangku kosong untuk berangkat besok paginya jam 12 siang dari pool cilebut, bogor. Syukurlah…Sampai dikostan, cooling down skalian browsing cari-cari hotel lagi, dan mematangkan jadwal kunjungan tempat-tempat wisata sesampainya disana nanti. Sudah hampir jam 12 malam dan belum ada yang fix juga. Cape, tidur.
Bangun. Online, browsing, liat jadwal kereta ke bogor, nelpon-nelpon hotel lagi. Dapat… masuk pesan ym dari salah seorang teman: udah sampai mana dee? kok bisa online? jangan bilang kamu bawa laptop.. (sebelum keberangkatan saya, dia sempat berpesan: dee, kamu jangan bawa laptop ya. Trus diem aja di kamar hotel dan internetan). ym-nya ga saya bales. Orang saya belum sampai mana-mana kok, hehe..
Bis melaju super cepat ketika memasuki Subang. sampai Jogja jam 4 pagi. dan tempat pertama yang kami tuju adalah Stasiun Tugu. mencari tiket pulang. untuk tujuan jakarta semuanya penuh, tinggal bandung yang tersisa. hmm.. tidak masalah. tidak ada masalah yang berarti ketika berada di Jogja. selain hujan terus kalau sore dan kelamaan dijalan pas naik trans jogja.hehe..

Baca entri selengkapnya »