Merupakan buku best seller yang dikarang oleh Harjani Hefni,MA. Buku ini saya temukan di rak gramedia merdeka-bandung sebulan yang lalu. Tanpa berpikir panjang saya langsung memutuskan buku inilah yang akan saya beli (setelah cukup lama berputar dan membaca sepintas buku demi buku). Kenapa? Pertama, karena judulnya The 7 Islamic Daily Habits. Saya ingin mengetahui lebih dalam habits apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim dalam kesehariannya. Kedua, karena setelah sepintas membaca, saya merasa cocok dengan gaya penulisannya yang lugas, sederhana, dan mudah dimengerti. Ketiga, karena saya butuh bacaan yang menyejukan sebagai teman di kereta dalam perjalanan kembali menuju Jakarta.
Semangat membaca saya semakin besar ketika sampai pada bab 2 bersyukur atas segala nikmat. Disana disebutkan menjadi manusia adalah nikmat. Saya yang kebetulan sedang merasa sangat lelah dalam menjalani hidup, langsung tersentak dengan paragraf-paragraf yang mengikuti kalimat tersebut. Disebutkan Allah Maha Tahu dengan manusia yang sulit membaca nikmat, karena itu Dia membimbing kita agar mampu menghadirkan dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan olehNya.
“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (QS. As Sajdah:7-9)
Hoo.. tadi langsung loncat ke bab 2 ya? maaf. Jadi buku The 7 Islamic Daily Habits ini oleh penulisnya dituangkan dalam rumusan B5KB yang terinspirasi dari tiap-tiap ayat dalam surat Al Fatihah. B5KB tersebut antara lain; pertama, Bismillah dalam memulai setiap pekerjaan. saya sendiri pernah mendengar Bismillah itu seperti lokomotif yang menggerakkan gerbong-gerbong kereta dibelakangnya. Tanpa kasih dan sayang dari Allah, kita tidak akan dapat melakukan apa-apa. Bismillah adalah kalimat penting dalam mengawali aktivitas yang berarti menyertakan niat karena Allah dalam setiap kegiatan. Kedua, Bersyukur atas segala nikmat. Ketiga, Berfikir positif terhadap Allah dan berkasih sayang terhadap sesama. Keempat, berorientasi akhirat. Kelima, beribadah dan berdoa. Keenam, konsisten dalam komitemen. Ketujuh, bercermin.
ke-tujuh bab tersebut mempunyai rincian yang sangat mengena dan mampu membuka mata hati, disertai dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari, kisah dan teladan dari para nabi dan rasul. oiya, pada bab 7 ada kalimat yang saya suka yaitu jangan jadi diri sendiri. paragraf yang mengikutinya sebagai berikut:
Menjadi diri sendiri memang tidak mudah dan tidak harus. Bahkan bisa jadi menjadi diri sendiri artinya memulai segala sesuatu dari nol. anda pertama-tama harus menemukan siapa diri anda, apa bakat anda, bagaimana potensi anda, dan apa yang bisa anda lakukan dengan bakat dan potensi yang anda lakukan? barapa lama waktu yang anda habiskan untuk melakukan hal itu? atau jangan-jangan Anda tidak juga menemukannya.. akhirnya pasrah dengan perjalanan hidup yang ada.
dan jawabannya adalah berkacalah pada orang lain, tapi jangan mengaca pada cermin yang retak, kusam, cembung dan cekung. lalu siapa yang patut dijadikan cermin, oleh buku ini disebutkan meraka adalah para nabi, syuhada, dan shalihin. (berbicara cermin, jadi inget masa-masa… *curcol)
hmm, sekian dulu deh reviewnya. yang pasti 4 jempol untuk buku ini. semoga 7 kebiasaan unggulan tersebut lekat dalam keseharian kita. untuk mewujudkan pribadi yang lebih baik, manusia unggul di dunia dan sukses di akhirat
“(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran:8)
“Ya Allah, bantulah diriku agar selalu mampu mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah yang baik kepada-Mu.” (HR. Abu Daud)